Powered By Blogger

Rabu, 07 Desember 2011

Mustikah?



Hari ini
Kusambut kau dengan penampilan cantikku
Kaubilang dandananku norak
Tetapi
Kudapati pesan di handphone mu pada seseorang
Kita pergi hari ini juga, untuk membeli make-up mu selengkap mungkin
agar kau semakin cantik dan aku tak menjadi bosan memandangmu

Aku jadi teringat
Suatu hari aku minta kau antar aku ke pantai
Kaujawab orang pantai kok piknik ke pantai
Namun
Ketika hendak kucuci bajumu
Kutemukan di saku,
tiket masuk ke sebuah wisata bahari untuk dua orang

Di hari lain
Kuajak kau bermain sebuah game, bowling
Kau bilang aku kekanak-kanakan
Tapi di malam harinya, disangka aku sudah tertidur
kau berbicara di telepon, mengajak seseorang bermain game di sebuah wahana bermain
sambil menyangatkan bermain bowling  itu akan sangat mengasikkan

Pantaskah kalau aku tak heran?
Wajarkah kalau tak ada protes apa pun di hatiku?
Aneh kah jika aku bingung? 

Kemudian aku ber-monolog
Mungkin seharusnya aku menjadi orang lain saja, 
untuk bisa menikmati hidupku bersamamu
Terlalu bodoh memang diriku
Untuk mampu memahami semuanya
Dan untuk menjadikannya sumber semangat, pelecut kesabaran

Karena sejatinya kau butuhkan apa-apa yang aku sediakan
Tetapi kau malah bersusah payah mencarinya dari orang lain

Mustikah aku goyah?
Mustikah aku bertahan?
Mustikah aku berbicara kembali?
Atau
Mustikah aku diam?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar