*Yang sempat tersisa di lembayung sore ini… *
(Ini adalah tulisan yang aku dapatkan di laptop yang masih menyala dan ditinggalkan oleh suamiku yg buru-buru pergi karena dipanggil pasien. Mungkin dari hasil suamiku copas, tp tidak aku dapati sumbernya, entah dari mana. Mungkin juga ini adalah isi hatinya. So, aku simpan di sini, agar menjadi hal yang tak terlupakan. Kalaupun ini tidak seluruhnya mencerminkan apa yang ada di hatinya, setidaknya masih banyak harapan yang patut kami gantungkan, ketika salah satu diantara kami sesekali berada pada posisi kurang suka, membenci, atau merasa diperlakukan tidak semestinya)
Aku ingin kalian tahu. Mungkin berat rasanya bersanding dan bersama – sama denganku. Tak mudah berkata-kata bijak, tak mudah bagiku untuk merayu. Aku tahu, banyak yang kau mau dan aku tak mampu untuk itu. Dan aku pun tahu. bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin aku tetap bersabar. Tapi aku tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan “jadi maunya gimana?” Aku akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? Karena senyum kalian yang menghidupkan hidupku, sungguh! Semua hanya karena kalian.
Aku sebenarnya pun tahu. bahwa kalian senang jika aku menulis kata-kata romantis seperti di film2 korea yang kalian tonton. Kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (*ya kan?). Tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, aku tidak melakukan itu untuk kalian, aku berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan2 kalian, untuk melihat kalian tersenyum, sungguh! Semua hanya karena kalian..
Aku pun tau, kalian menerima aku di samping kalian bukan semata2 karena aku tampan. Ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka aku akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan aku tidak peduli, sebenarnya aku cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak!
Akan tetapi aku harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian dan menjadikan aku bersikap lebih bijaksana di depan kalian. sungguh! Semua itu hanya karena kalian..
Aku cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang aku lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh aku akan berusaha sebisaku untuk membantu kalian.
Dan aku pulang dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya aku tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiranku saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat aku lakukan hanya menemani kalian! Hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, aku sungguh khawatir pada kesehatan kalian.. sungguh,semua itu hanya karena kalian..
Aku tau, kalian kesal ketika aku mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman - temanku, tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, aku mencari handphone-ku dan menanyakan kabar kalian, karena aku ingin mengetahui kabar kalian. Dan tahukah kalian? Sebelum aku bermain game itu, aku bersama kawan-kawanku membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! Atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu aku lakukan hanya karena aku ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kita, di sekitar kita, mengenai keputusan yang akan aku buat.
Kadang memang aku mematikan handphone ku, namun ketika aku mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka aku akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian, tidak peduli teman2 ku bersorak sorak menggodaku. Sungguh, semua itu hanya karena kalian.
Aku pun sadar, aku bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. Kadang aku akan bersikap tak peduli. Namun ketika aku membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan aku untuk makan, maka pada saat itu aku pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kuucapkan), dan ketika itu, ingin sekali rasanya aku membalas dengan kata-kata “iya, kamu juga ya..”,
Maka aku benar2 tulus mengatakannya… sungguh, semua itu hanya karena kalian…
Ketika aku seperti tak acuh pada kalian, maka pada saat yang sama aku sedang menyiapkan kejutan untuk kalian dan ketika aku memberikan barang milikku pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untukku. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untukku, karena senyum itu yang menghidupkan hidupku! Sungguh, semua itu hanya karena kalian..
Dan ketika kalian bersedih, lalu aku melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu, maka sungguh aku tidak bermaksud memperkeruh suasana. Aku ingin melihat kalian kembali tersenyum. Hanya itu! Dan ketika kalian melihatku dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu aku sungguh merasa bersalah, jalan terakhir yang akan aku lakukan adalah meminta maaf.. -meski yang terjadi pada diriku, aku selalu gagal mengucapkannya- berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian..
Sejujurnya aku tidak menyukai pujaan hatiku menangis. Sungguh itu membuat aku bingung setengah mati! Maka tolong jangan salahkan aku, ketika aku meminta kalian berhenti menangis. namun aku pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah, aku akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depanku, di sampingku, atau bahkan di dekapanku.
Jika karena amarah kalian, kalian pulang ke rumah ibumu, dan kakek nenek kalian aku pasti akan bersedih. Dan tunggulah, pasti aku akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi sungguh, itu hanya karena kalian....
Bagi aku, kalian tetap yang tercantik, dan terindah! Ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? Atau baju kalian yang mulai tidak cukup? Maka dalam hati aku tertawa. meski yang keluar dari mulutku hanya senyuman, atau bahkan cercaan karena kalian makin gendut dan itu kurang bagus.
Aku akan berkata TIDAK, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mataku kalian tetap paling indah!! karena aku sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, aku mempunyai peri2 bijak yang selalu ada di sampingku. Ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..
Ketika kalian berkata baik-baik saja, maka aku akan tersenyum dan berkata, “Ok, kalo ada apa2 bilang ya”. Karena aku tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan padaku, dan tanpa kalian minta aku akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar2 baik2 saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka aku tidak akan mencari tau lagi, dan lantas akan berdoa untuk kebaikan kalian.
Karena aku berharap kalian cukup mempercayaiku untuk menceritakan semuanya.. bukan karena aku memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian….
Dan ketika kalian membutuhkan aku, yakinlah bahwa aku akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan “tidak usah” pun, aku akan selalu ada di samping kalian. Karena kalian adalah orang yang aku sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian..
Jika aku sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri2 ku yang bijak, setidaknya itu yang aku pikirkan saat ini, dan selamanya…
Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati ku dan meninggalkan ku, aku mungkin akan marah, tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika aku benar2 telah memilih kalian untuk menemaniku, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hatiku sudah kutulis menjadi ruangan kalian, maka ketika aku mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu. ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian datang kembali untukku.
Bagi aku, kalian tetap yang tercantik, dan terindah! Ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? Atau baju kalian yang mulai tidak cukup? Maka dalam hati aku tertawa. meski yang keluar dari mulutku hanya senyuman, atau bahkan cercaan karena kalian makin gendut dan itu kurang bagus.
Aku akan berkata TIDAK, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mataku kalian tetap paling indah!! karena aku sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, aku mempunyai peri2 bijak yang selalu ada di sampingku. Ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..
Ketika kalian berkata baik-baik saja, maka aku akan tersenyum dan berkata, “Ok, kalo ada apa2 bilang ya”. Karena aku tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan padaku, dan tanpa kalian minta aku akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar2 baik2 saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka aku tidak akan mencari tau lagi, dan lantas akan berdoa untuk kebaikan kalian.
Karena aku berharap kalian cukup mempercayaiku untuk menceritakan semuanya.. bukan karena aku memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian….
Dan ketika kalian membutuhkan aku, yakinlah bahwa aku akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan “tidak usah” pun, aku akan selalu ada di samping kalian. Karena kalian adalah orang yang aku sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian..
Jika aku sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri2 ku yang bijak, setidaknya itu yang aku pikirkan saat ini, dan selamanya…
Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati ku dan meninggalkan ku, aku mungkin akan marah, tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika aku benar2 telah memilih kalian untuk menemaniku, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hatiku sudah kutulis menjadi ruangan kalian, maka ketika aku mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu. ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian datang kembali untukku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar