Powered By Blogger

Selasa, 06 Desember 2011

Asiknya Tutup Mata Tutup Telinga

Bagiku, aktivitas pagi hari bersama anak-anakku selalu mengasikkan. Selalu sarat inspirasi. Dibalik keributannya, ketegangannya, "full teriyaki"nya, juga intrik-intrik perang saudara yang menguras cukup banyak energi untuk mendamaikannya.
Jamak terjadi, dan hampir tiap hari, anak-anak selalu berebut kamar mandi "belakang". Padahal rasanya sudah dibuat jadualnya, biar ndak crash ataupun overlap. Dan -kebetulan- ada kamar mandi lain yang bisa dijadikan alternatif, kala harus masuk di jam yang sama. Suatu kali, adik yang tidak taat shedule, dengan alasan pengin BAB dulu. Di kali lain si kakak yang masuk duluan di luar jadualnya, karena katanya, adik suka bikin kamar mandi berbau pengap.
Dan pagi ini, adalah adik yang berhasil masuk kamar mandi di jamnya, tanpa keributan apalagi rekonsiliasi. "Aman...", batinku sambil persiapkan sarapan pagi mereka. Tengah asik dengan irama potongan cabe dan bumbu-bumbu, juga aroma dapur yang -sejatinya- sudah sangat biasa, tiba-tiba si kakak masuk ke dapur, setelah sebelumnya mampir dulu di kulkas, mengambil sesuatu. Posisi Kulkas yang hampir tepat di depan pintu kamar mandi adik, membuat siapa pun yg beraktivitas dekat dengannya, terdengar oleh siapa saja yg berada di dalam kamar mandi. Dan sudah adatnya si ayah, kakak, adik, -dan kadang aku juga-, sambil membuka kulkas selalu menyempatkan menggoda, jika ada  yang sedang berada di kamar mandi. Saat ini, niatan di awal si kakak tidak ingin membuat keributan dengan menggoda adik, tapi menyanjung ibu yang sedang memasak, sambil mencari tahu sarapan pagi apa yang aku buat.
"Hayo.... bikin apa ya....", sambil kakak berjingkat mendekatiku, seperti hendak membikin kejutan.
Aku tidak terkejut, tapi terdengar yang di dalam kamar mandi menyahut dengan kalimat khasnya orang tertangkap basah, "Yaa, Bu...". Adik merasa ingin membela bahwa di dalam kamar mandi tidak melakukan kegiatan yang semestinya, sebagaimana tahu sedang ditunggu, atau tengah berpacu dengan waktu yang semakin beranjak siang. Stelahnya, adik seperti makin asik saja dengan aktivitasnya di kamar mandi, seperti merasa aman karena sudah meminta maaf, dan sudah mendapat "rekomendasi"...untuk lanjuuut...!
Hahahaha... aku dan kakak tertawa, tetapi kemudian bersama-sama (seperti biasa) "berbahas" dengan kejadian  yang barusan.
"Bunda, memang orang ndak tahu itu ada kalanya asik ya...?"
"Betul, adik tidak tahu, bahwa yang kakak ajak bicara tadi adalah bunda. dan orang akan menjadi asik, atau tidak, suka atau benci, gembira atau sussah, itu tergantung mind set nya."
Setelahnya adik keluar, dan kakak masuk kamar mandi. Aku lanjutkan aktivitasku di dapur, tinggal platting aja kok..
Sambil merenung sendiri.
Aku fikir bagus juga, suatu saat  aku tutup mata tutup telinga, untuk memanjakan diri. Membuat diri ini bahagia. Jika aku tidak bisa bahagia karena sebab orang lain yang memang seharusnya memberikannya padaku, barang kali buatku ini adalah pilihan.
Terimakasih adik, terimakasih kakak... Semoga ini adalah starter semangat pagi kita utnuk sampai sore nanti, bahkan malam dan esok hari, atau selamanya....

Nice for you, dhenok dan kenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar