Hanya mengumpulkan tulisan2 yg sering dan pernah saya butuhkan, semenjak menikah kemudian hamil, sampai sekarang dan Insya Alloh sampai ke depan, mengiringi pendampingan pada buah hati kami. Terimakasih untuk kawan-kawan yang telah menginspirasi saya tentang banyak hal. Semoga Allah menilai sebagai amal baik dan berbalas dengan pahala yg setimpal. Beri saya masukan, saran dan kritik membangun untuk kemanfaatan banyak orang, untuk kebaikan dan perbaikan di masa datang. Allahu Ta'ala A'lam.
Senin, 20 Februari 2012
GRAFOLOGI
Bisa mengetahui sifat dan
karakter seseorang tentunya sangat mengasyikan. Walaupun belum terlalu mengenal
teman atau kekasih yang baru kita kenal. Ada banyak metode untuk bisa mengetahui
karakter dan sifat seseorang. Salah satunya kita bisa mengetahuinya lewat
tulisan tangannya. Unik kan? Ada suatu ilmu dari cabang psikologi yang
dinamakan Grafologi. Apa itu Grafologi?
Grafologi adalah ilmu atau seni membaca
tulisan tangan seseorang. Mirip seperti DNA atau sidik jari seseorang, yang
punya keunikan tersendiri untuk mencirikan keunikan seorang manusia. Manusia
diciptakan memang sangat unik dan tidak ada yang sama.
Grafologi bisa dipelajari dengan sederhana dan
tidak sulit untuk bisa mempelajarinya. Bagaimana cara untuk mempelajarinya?
Mari kita lihat!
1. Besar Kecilnya Tulisan.
Dilihat dari sudut pandang besar
kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu : kecil, sedang, besar,
dan sangat besar.
Tulisan yang berukuran kecil
menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan
pikirannya selalu ilmiah.
Tulisan tangan yang ditulis
kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga
punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan
keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti
sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.
Tulisan tangan sedang, mengandung
makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno,
atau hal-hal yang bersifat formil modern. Sangat jitu dalam penggunaan logika
untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.
Jenis tulisan tangan yang besar
menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin
dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang
perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa
penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi
sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian.
2. Gaya Tulisan.
Dalam spesifikasi Gaya Tulisan
ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah :
2.1 Gaya Sambung Biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya
senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain,
mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang
pemimpin.
2.2 Gaya Sambung Berbentuk Petak
Mengandung arti penulisnya mudah
dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang
terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.
2.3 Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung
makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status,
namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak
memiliki keahlian atau bakat.
2.4 Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan
penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan
berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka
pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga
kadang bersikap agresif.
2.5 Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan
menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa
penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling
tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan
harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam
memberi pertolongan.
3. Kemiringan Tulisan
Bentuk kemiringan tulisan tangan,
apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus.
Mereka yang tulisannya miring ke
kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur
menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping
mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
Jenis tulisan miring ke kanan,
menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani
menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang
penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan
kepada ahlinya.
Tulisan tangan yang bentuknya
tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak
diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam
mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam
memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
4. Tekanan Tulisan
Bila kita memperhatikan bekas
tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti
tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik
kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah
laku si penulisnya.
Tekanan yang halus berarti
pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan.
Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas dibelakangnya menandakan
penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa
cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian
penting baginya agar dihargai orang lain.
5. Bentuk Huruf Awal
Diantara orang ada yang gemar
memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan
kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut :
5.1 Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf
awal tulisnya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang
memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam
menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.
5.2 Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk
awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat
puas dengan hasil yang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan
nilai-nilai religius.
5.3 Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan
pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan
masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan
waktu.
5.4 Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan
secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat
menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksprimen.
Marjin dan Kemiringan Tulisan
juga Mengungkap Karakter Seseorang
Mengungkapkan kualitas pendidikan
dan sosial.
Marjin atas lebar: cenderung
menarik diri dan menjaga jarak dengan orang lain, bersifat formal, hormat
terhadap orang lain.
Marjin atas sempit: menyukai
formalitas.
Marjin bawah lebar: rasa takut
terhadap seks, idealis, kurang bersahabat, mementingkan keterampilan luar,
adanya trauma emosional.
Marjin bawah sempit: mempunyai
naluri suka menimbun, sok akrab, kurang hati-hati, sentimental, materialistis,
mudah lelah, kurang bisa berkomunikasi.
Marjin kiri lebar: latar belakang
kebudayaan yang baik, intelejensi, rasa seni, selalu ingin berkembang dan
aktif.
Marjin kiri sempit: persahabatan
yang tidak pandang bulu, picik, pendiam, hipersensitif, hati-hati, ingin
menghindari tekanan.
Marjin kanan lebar: ketakutan
akan masa depan.
Marjin kanan sempit: pendekatan
lebih berhati-hati terhadap calon teman dan dunia secara umum, kurangnya sikap
memilih-milih, murah hati, sembrono, ketidaksabaran, ingin segera keluar dari
masalah.
Rata: memiliki pikiran yang
teratur dan mata yang artistik.
Satu halaman penuh tulisan tanpa
ada jarak spasi: picik, banyak bicara.
Satu halaman hampir semuanya
bermarjin: penakut, tertekan, tidak pernah puas.
Marjin kiri acak-acakan: depresi
temporer.
Marjin kiri semakin melebar
ketika tulisan turun: bermakna tulisan cepat dan spontan, kesulitan untuk
menggunakan waktu.
Marjin kiri semakin menyempit
ketika tulisan turun: cenderung memulai tugas yang berani.
Marjin sempit di sisi kiri dan
kanan: tidak melihat berbagai hal dari segi pandangan masyarakat lainnya, tidak
melihat dirinya dengan baik.
Marjin kiri tidak rata: tidak
bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat, suka melawan, suka menyimpang, tidak
disiplin.
Tidak ada marjin: sibuk, berusaha
keras, pelit, egois.
KEMIRINGAN
Ke kiri: berhubungan dengan masa
lalu dan hal-hal yang negatif.
Vertikal: berhubungan dengan
pengendalian dan formalitas.
Ke kanan: berhubungan dengan masa depan dan
hal-hal yang positif.
Ke kanan: ekstrover, kepribadian
yang bebas disertai kebutuhan dan kapasitas untuk kontak manusiawi, keinginan
memberi dan menerima afeksi, mudah berkomunikasi, bersahabat, responsif,
suportif, kurang sabar, tidak tenang, tergesa-gesa, aktif. Positifnya:
keaktifan, simpati, kemampuan bergaul. Negatifnya: ketidaksabaran,
ketergesa-gesaan, kepanikan.
Terlalu ke kanan: makin suka
bergaul tetapi dengan kendali emosi yang lebih rendah, mudah bosan, mudah
gelisah, banyak teman dekat
Sedikit ke kanan: membutuhkan
orang lain, berpandangan ke luar, ekstrover
Ke kiri: introver, dituntun oleh
pikiran ketimbang emosi, mudah tersinggung. Positifnya: kontrol diri, sikap
hemat, pemikiran yang konservatif. Negatifnya: keegoisan, ketakutan terhadap
masa depan, mengucilkan diri
Terlalu ke kiri: introspektif,
gugup, pemimpi
Sedikit ke kiri: banyak
menggunakan pikirannya, agak introver
Vertikal: independen, tidak
ekstrover dan juga tidak introver, tidak tergantung pada orang atau sesuatu
yang lain. Positifnya: kenetralan, dominasi pemikiran, kontrol diri, penjagaan
jarak. Negatifnya: keegoisan, tidak berbelas kasih, sikap dingin, dan kaku.
Bervariasi (ada ke kanan, ada ke
kiri): kepribadian yang serba guna tetapi kerap tidak stabil, mudah berubah,
kerap murung, kerap terombang-ambing antara kata hati dan kendali (pikiran dan
emosi).
Tulisan yang dasarnya tetap,
kuat, dan lurus menunjukkan orang yang suasana hatinya terkendali. Dia tidak
mudah digoyahkan orang lain dan mempunyai keseimbangan yang baik, berterus
terang, dan tekun.
Turun: berhubungan dengan depresi, lelah,
ketidakjujuran, kesedihan, pesimisme
Datar: berhubungan dengan ketenangan dan
stabilitas luar.
Naik: berhubungan dengan penuh harapan,
ambisi, kejujuran, aktivitas, motivasi dan sukses.
Miring ke atas (menaik):
menunjukkan ambisi dan optimisme, orang yang teratur, berperasaan dan
bertanggung jawab, suka bergaul, menyenangkan.
Menaik tiruan (garis dasar menaik
tetapi jatuh pada bagian akhir): mudah menyerah.
Miring ke bawah (menurun):
menunjukkan pesimisme dan depresi, kelelahan mental dan fisik.
Makin tinggi sebuah garis
menanjak, makin ambisius dan optimistis. Makin jauh kemiringan ke arah bawah,
makin besar pesimisme.
Bervariasi: mengungkapkan suasana
hati, mudah mengesampingkan akal sehat guna memberi tempat kepada perasaan.
Mungkin dia tidak sabar dan tidak dapat diandalkan.
Membentuk kurva (menaik kemudian
menurun) atau cembung: mudah menyerah, memulai pekerjaan dengan semangat dan
antusiasme yang tinggi tetapi kemudian kehilangan semangat.
Membentuk kalung (menurun
kemudian menaik) atau cekung: jalan untuk mencapai tujuan, memulai suatu
pekerjaan dengan semangat dan antusiasme rendah tetapi kemudian sangat
bersemangat.
Lurus: stabil, terkendali.
Sangat lurus: bertindak dangkal
seolah-olah terkendali.
Tiap kata
naik: sedang bahagia
Tiap kata turun: tidak bahagia
WHEW…. TULISANKU…???????
Langganan:
Postingan (Atom)
